Mentari Kemerdekaan
Bersama bait mimpi,
Kutemukan kisah-kisah
penuh nuansa megah,
Tentang mereka yang
iklas lepas dan sampai tetes darah terakhir mengabdi,
Dan, berdesir sudah
hati, akal, dan langkah.
Sang bagaskara
kemerdekaan telah terik meninggi,
Seperti buih pasir di
lautan, monumen ditegakan dari hilir menuju hulu sudut negeriku,
Namun, terbetik sebuah
tanya yang meresahkan atma,
Masih lestarikah
renjana perjuangan itu hari ini?
Belum dan kita perlu
berjuang lagi, ucapku.
Aku mengerti, sang
putra fajar dan sederet nama melegenda telah damai bersemayam di taman surga
berbunga,
Seberkas kesadaran juga
menggugah, merdeka belum sepenuhnya mewujud nyata,
Di bumi pertiwi ini,
masih beragam dan bertumbuhan ultimatum bagi taman kemerdekaan yang baru
sekuncup sekejapan,
Masih perlu lahir lagi,
jiwa-jiwa putra sang fajar yang asanya segemilang cahaya kasih-Nya,
Agar perlayaran masa
depan peradaban bangsa lebih cerah daripada angkasa yang tanpa awan.
Yogyakarta, 5 Agustus
2024
Penulis:
Posting Komentar