Gimana Sih Kalo Mau Ngembangin Skill?

Daftar Isi

Kalo mau ngembangin skill/ability/kemampuan atau apalah itu istilahnya, jangan semata-mata karena hanya ingin mendapatkan pekerjaan dan income, tapi harus juga didasari oleh hobi. Sebab, kalo cuma termotivasi oleh uang, uang, dan uang; kita pasti akan mudah jenuh. Dan kalo udah jenuh, sedangkan kita masih membutuhkan uang, tentu kecurangan demi kecurangan yang akan kita perbuat. Kaya semisal meminta bantuan orang lain, menggunakan AI, dan lain sebagainya. Tapi kalo didasari oleh hobi, dijamin nggak bakal bisa bosan.

Ada orang yang belajar selama 8 jam, ada orang yang belajar selama 10 jam, bahkan ada orang yang hampir 24 jam mendedikasikan hidupnya hanya untuk belajar. Kenapa demikian? Sebab, apa yang dipelajari merupakan hobinya. Jadi, dia nggak bakal jenuh.

Kenapa harus sesuai dengan hobi?

Begini, teman-teman yang budiman... Ilmu itu setiap saat selalu mengalami perkembangan, baik secara evolusi maupun revolusi. Yaa, walaupun ada ilmu yang tetap, kaya semisal matematika. Namun, pikiran kita harus selalu berkembang. Tidak bisa hanya stuck di situ aja.

Tempo hari ada seorang dosen yang mengajar di kelas.

Katakanlah namanya Pak Whasadi. Beliau seorang dosen pengampu mata kuliah Telaah dan Apresiasi Puisi.

Dalam kelas yang diajarnya, beliau memberikan sebuah perumpamaan berupa gambar secangkir kopi yang ditampilkan di layar presentasi.

Dalam gambar yang disajikannya, beliau meminta para mahasiswa untuk mengembangkan pikiran dan mengilustrasikan pikiran mereka dalam bentuk kata, atau bahkan puisi. Banyak mahasiswa yang berhasil melakukannya. Beliau pun kagum dan memberikan perumpamaan lagi dalam bentuk ilmu matematika.

Beliau memberikan contoh perjumlahan. Dalam perjumlahan tersebut, beliau menganalogikan 5 x 2.

Jika kita hanya menggunakan cara tetap, lima dikali dua ya hasilnya pasti sepuluh. Namun, adakah cara lain yang dilakukan agar lima kali dua menjadi sepuluh tapi tidak melalui perkalian dua seperti pada lazimnya?

Ternyata bisa.

Loh, kok bisa? Gimana caranya?

Dari angka lima tadi, ternyata kita tidak hanya dapat mengalikan dua sehingga jadi sepuluh. Angka lima tadi bisa juga kita tambah lima dan hasilnya tetap sepuluh. 5 x 2 hasilnya 10, 5 + 5 hasilnya juga sepuluh. Caranya beda, hasilnya tetap sama. Kalo yang awal dikalikan, kalo yang kedua ditambah.

Begitulah pikiran manusia dan ilmu pengetahuan, terus menerus berkembang. Bahkan, adanya AI disebabkan oleh perkembangan pikiran manusia yang terus-menerus membuat perubahan dalam ilmu pengetahuan.

Pertanyaannya, bagaimana agar skill kita juga bisa berkembang? Baik hard skill maupun softskill.

Ya, tentu harus ada pemicunya. Pemicunya ya itu tadi, hobi. Kalo didasari oleh hobi, kita pasti akan terus tergugah untuk mengulik hal-hal baru. Sedangkan kalo didasari oleh keinginan untuk mendapatkan income, tentu kurang bisa maksimal. Atau kalaupun bisa, hal tersebut terjadi jika lagi good mood aja. Kalo lagi bad mood? Yaa jadi nggak maksimal atau bahkan berantakan. 

Posting Komentar