Perjalanan Menjadi Mahasiswa Baru
Luarbiasa kegiatan PKKMB hari ini begitu penuh semangat. Mahasiswa
baru untuk mengenal lebih luas lagi tentang kampus dan sekaligus dilatih
kepemimpinan serta kedisiplinan.
Melatih memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.
Membangun relasi lebih luas lagi. Untuk mengenal diri sosok pemimpin yang dapat
dipercaya untuk sekitarnya.
Pemimpin tentu tidak akan melupakan rasa kedisiplinan dan
tanggungjawab yang besar. Tugas-tugas dari kakak tingkat dikerjakan dengan
penuh antusias oleh adik-adik mahasiswa baru.
Tak luput dengan Diki selaku mahasiswa yang memiliki kebutuhan
khusus, dirinya tetap semangat untuk mengikuti kegiatan ini. Teman-teman
barunya sangat peduli untuk mengajak belajar bersama dalam lingkungan yang
kompetitif.
“Besok persiapkan apa yang diperlukan buat PKKMB Universitas yaa!”
Kata kakak tingkat melaui pesan grup whatsapp.
“siaaap kakak” jawab sebagian adik-adik mahasiswa baru.
“Assalamualaikum dim, maaf aku tidak bisa bikin bendera buat besok
nih, boleh aku nitip bikini, nanti aku ganti pakai uang, hehe” pesan diki
melalui Chat WhatsApp pribadi.
“walaikumsalam, oya, nanti aku bikini, gak usah bayar” jawab dimas
sebagai teman barunya.
“Alhamdulillah, terima kasih Dimas” jawab Diki senang. Iya Diki
tidak mau lepas tangan begitu saja, dirinya mau mengeluarkan sebagai imbal
balik. Tidak mau dibantu tanpa dirinya memberikan imbalan sebaliknya. Terkadang
orang-orang baik tidak selama membutuhkan imbal balik, ikhlas yang mereka
punya, menolong dengan tulus tanpa mengharapkan balas budi.
Kesokan harinya, Diki siap-siap berangkat ke tempat yang sudah di
tentukan oleh kakak tingkat di lapangan kampus B. bersama ibunya ia berangkat.
Mengingat Diki belum bisa berangkat sendiri menuju kampus yang ditujunya,
karena medan yang belum ia hafal. Sebagai latihannya, ibunya mengajarkan
orentasi dan mobilitas agar terbiasa mengenal medan di sekitarnya.
Sesampainya di tempat yang di tuju, Dimas langsung menghampiri dan
membawa Diki ke tempat kegiatan PKKMB. Ibunya langsung meninggalkan tempat dan
langsung kembali di kos.
“ nih benderanya, sudah aku buat” sembari memberikan ke tangan
Diki.
“Terima kasih Dimas” menerimanyya dengan senang hati.
Sungguh luar biasanya sosok seorang Dimas mau membantu temannya
yang dalam keterbatasan. Jika melihat diri kita, Apakah kita mau melakukan yang
sama seperti Dimas lakukan?
Jawabannya tentu sangat sedikit. Hati nuranilah yang bisa
menggerakan kita untuk menolong orang lain. Betapa banya teman-teman sekitar
Dimas kala itu, hanya Dimas yang mampu membantu Diki dalam kesibukan kegiatan
PKKMB. Jelas diri Dimas yang sebelumnya belum pernah berjumpa langsung dengan
orang-orang yang memiliki keterbatasan seperti Diki, itu merupakan hal yang
sangat luar biasa. Kehendak Tuhan yang bisa menolong melaui tangan-tangan
hambanya yang dipilih. Dimaslah yang dipilih oleh Tuhan.
Dalam diri Diki sering kali merasa dirinya selalu merepotkan
temannya.
“Dim maaf ya kalau Aku suka merepotkan” Tanya Diki saat sedang
duduk dengan barisannya.
“ooh, gak kok, biasa aja, hehe” jawab Dimas santai.
Teriakan kakak-kakak tingkat kepada adik-adik mahasiswa baru agar
dipercepat untuk merapihkan barisannya sesuai fakultas dan prodi masing-masing.
“kak, maaf, apakah mahasiswa disabilitas tetap di sini?” Tanya
Diki ke kakak tingkat yang ada di depannya.
“oya, sebentar” jawab kakak tingkat yang sedikit bingung.
Diki lakukan itu, agar tidak merepotkan teman-teman seangkatnya.
Selain itu, relawan disabilitas sudah memberikan informasi, bahwasannya,
mahasiswa disabilitas di tempatkan ke tribun dan dikumpulkan jadi satu.
Alhamdulillah akhirnya mahasiswa disabilitas dipisahkan dari
mahasiswa pada umumnya untuk mengikuti kegiatan PKKMB kali ini.
“Dim, aku ke tribun dulu yaa” sembari berdiri.
“iya Diki, hati-hati” jawab Dimas sembari membantu merapihkan
barang-barang Diki yang jatuh, dan diberikan ke Diki.
“nih jangan sampai ketinggalan” sembari memberikan tongkat yang
terjatuh.
“terima kasih dim” menerima dengan senang.
Kegiatan PKKMB berlangsung seru dan menyenangkan, semua mahasiswa
baru baik disabilitas maupun non disabilitas merasa puas dan bergembira dalam
kebersamaan.
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita di atas adalah kesempatan
untuk berbuat baik sekecil apapun, akan dibalas kebaikannya oleh Tuhan baik di
Dunia maupun di Akhirat. Selain itu, menolong merupakan perbuatan yang sangat
mulia, tidak semua orang mampu untuk berbuat yang sama. Selagi ada kesempatan
untuk berbuat baik, segeralah untuk dilakukan, jangan menunda-nunda untuk
berbuat baik. Apapun bentuknya, keiklasan yang bisa mendapatkan kebahagiaan
tersendiri untuk kita dan orang lain.
Doa orang yang ditolong oleh kita itu, lebih mudah untuk dijaba
oleh sang Maha Kuasa. Marilah berbuat baik sekecil apapun, demi kebaikan diri
sendiri.
Ditulis oleh: Tion Iswanto
Posting Komentar