BAGAI BANGKAI YANG BERNYAWA
BANGKAI YANG BERNYAWA
Malas, itu yang dirasakannya
Setiap saat kegiatannya tak lain hanya scroll medsos saja
Ketika mau apa-apa selalu dilayanin mama
Padahal, dia bisa.
Baca Juga : Tanpa Mengenal Jarak dan Waktu, Oleh Khairul Azhar
Malas, itulah jadinya
Ketika diri dimanja
Bisanya hanya bergantung kepada siapapun yang ada
Tak punya creativitas untuk berbuat sesuatu...
Yang ada Cuma bisa menunggu, menunggu, dan menunggu.
Baca Juga Kalah, Oleh Khairul Azhar
Entah apa yang akan terjadi...?
Pastinya hanyalah ilusi yang tiada titik akhir
Tidak ada keinginan untuk mengubah nasibnya
Pad ahal ia hafal betul ayat dan hadits yang menyerukan perubahan.
Baca Juga : Kaulah Teladan dalam Hidupku, Oleh Khairul Azhar
Nasehat demi nasehat ia lontarkan baik di medsos maupun kepada kawan-kawannya
Maksud hatinya agar orang-orang tersayang tak menyesal di hari kemudian.
Tapi... Tapii... Tapi, lihatlah keadaannya!
Bagai Mbah Google saja
Dia tak bisa berbuat banyak kecuali hanya sekedar kata-kata.
Ah, alangkah ruginya...
Bagaimana bisa ia yang pperduli dan menyeru kepada orang lain selaluNamun ia sendiri tak mampu berbuat banyak...?